https://ojsnhm.com/JOB/issue/feedJURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-79872025-09-22T04:22:59+00:00muhammad suhronlppmnhm@yahoo.comOpen Journal SystemsJURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandunganhttps://ojsnhm.com/JOB/article/view/2564HUBUNGAN ANTARA USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU BERSALIN DI RSUD BANTEN TAHUN 20242025-03-10T03:13:42+00:00Heddy Heddyikbhbinhus@gmail.comMarfuah Marfuahikbhbinhus@gmail.comRizky Anandaikbhbinhus@gmail.com<p>Menurut data <em>World Health Organization </em>(WHO), setiap hari di tahun 2017, sekitar 810 wanita meninggal karena penyebab yang dapat dicegah terkait kehamilan dan persalinan. Komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75% dari semua kematian ibu adalah perdarahan hebat (kebanyakan perdarahan setelah melahirkan), infeksi (biasanya setelah melahirkan), tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklamsia dan eklamsia), komplikasi dari persalinan, aborsi yang tidak aman.</p> <p>Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di RSUD Banten tahun 2024.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain penelitian <em>cross sectional</em>. Dengan populasi sebanyak 1.668 orang dan jumlah sampel sebanyak 322 orang dengan teknik simple random sampling dibantu menggunakan aplikasi randomizer teknik analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.</p> <p>Hasil penelitian uji statistik univariat menunjukan bahwa mayoritas ibu yang tidak mengalami preeklamsia sebanyak 248 responden (77%), usia yang tidak berisiko 20-35 tahun sebanyak 230 responden (80,1%), paritas yang tidak berisiko primigravida dan multigravida sebanyak 258 responden (80,1%). Dan Hasil Analisa Bivariat ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin (nilai <em>p value</em>= 0,000). ada hubungan antara paritas dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin (nilai <em>p value</em>= 0,000).</p> <p>Diharapkan bagi tenaga kesehatan RSUD Banten untuk melakukan pencegahan kejadian preeklamsia semaksimal mungkin dengan memberikan konseling, penyuluhan, atau informasi pada ibu bersalin, mengenai kejadian preeklamsia pada ibu bersalin</p>2025-03-10T03:13:22+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2568Karakteristik Kimia Tepung Hati Ayam Ikan Teri Sebagai Bahan Pembuatan MPASI Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Stunting2025-03-15T03:00:29+00:00Nawasari Indah Putri Sejatiend_wahyuni71@poltekkes-tjk.ac.idRoza Mulyaniend_wahyuni71@poltekkes-tjk.ac.idMindo Lupianaend_wahyuni71@poltekkes-tjk.ac.idEndang Sri Wahyuniend_wahyuni71@poltekkes-tjk.ac.id<p>Hati ayam dan ikan teri merupakan bahan makanan yang murah dan mengandung zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dalam jumlah yang cukup tinggi yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat MPASI untuk mengatasi stunting. Formula MPASI yang dibuat dari 75% tepung hati ayam dan 25% tepung ikan teri memiliki tingkat kesukaan dengan kategori disukai. Tepung hati ayam teri (75:25) memiliki nilai gizi energi 397,62kkal; 65,58g protein; 12,74g lemak; dan 5,16g karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi asam lemak terutama asam lemak omega dan zat gizi mikro (vitamin A dan Fe, Zn, Ca) pada tepung hati ayam teri formula 75:25.</p> <p>Penelitian ini bersifat eksperimen dan merupakan kelanjutan dari penelitian di tahun sebelumnya. Sampel menggunakan F2 dengan komposisi 75% tepung hati ayam dan 25% tepung ikan teri. Analisis komposisi asam lemak menggunakan metode kromatografi gas (GC), kandungan vitamin A dengan metode HPLC, sedangkan kandungan mineral Fe, Zn, dan Ca dengan metode ICP-OES.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung komposit memiliki kandungan zat besi sebesar 13,395 mg; Zinc sebesar 6,740 mg; dan kalsium sebesar 117,95 mg/100g. Tepung komposit juga memiliki kandungan vitamin A sebesar 13.404,59 µg/100g. Komposisi asam lemak mengandung asam lemak omega 6 (37,097%) lebih banyak dibandingkan asam lemak omega 3 (0,459%) dan omega 9 (14,567%). Omega 6 terbanyak adalah asam linoleat dan asam arakidonat dengan jumlah masing-masing sebesar 2,9900g dan 1,8805g. Kombinasi hati ayam ikan teri ini tidak hanya memberikan nilai gizi tinggi tetapi juga memperluas aplikasi pangan, misalnya sebagai bahan tambahan pada makanan bayi, biskuit, atau makanan siap saji lainnya.</p>2025-03-02T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2566PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI KELURAHAN BOLOU KECAMATAN SABU TIMUR KABUPATEN SABU RAIJUA2025-03-16T02:45:20+00:00Analizza Ina Lealizzalea340@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Menopause</em> adalah perubahan pada wanita ketika periode menstruasinya berhenti. Seorang wanita sudah mencapai <em>menopause</em> apabila tidak mendapatkan menstruasi selama 12 bulan secara berurutan, dan tidak ada penyebab lain untuk perubahan yang terjadi tersebut. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan wanita dalam menghadapi <em>menopause </em>di Kelurahan Bolou Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 responden yaitu wanita yang berusia 45-55 tahun yang sedang menghadapi <em>menopause </em>yang diambil menggunakan teknik <em>Total Sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah valid dan realibel. <strong>Hasil: </strong>Uji statistik spearman rank menunjukan <em>p-value</em> =0.004 dengan <em>r </em>=0.430 yang berarti ada hubungan yang siginifikan antara pengetahuan dan tingkat kecemasan wanita dalam menghadapi <em>menopause</em> di Kelurahan Bolou Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua dan menunjukan kekuatan korelasi yang cukup kuat dengan ada hubungan positif. <strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan hasil penelitian, hendaknya informasi tentang <em>menopause</em> lebih ditingkatkan dengan penyuluhan sehingga ibu <em>menopause</em> dapat menghadapi masa <em>menopause</em> tanpa kecemasan yang berlebih. Pengetahuan yang baik tentang <em>menopause</em> akan menjadi dasar ibu untuk menghadapi masa menopause dengan tenang.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>2025-03-16T02:45:20+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2578Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Di Desa Sidodadi Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran2025-03-24T02:06:03+00:00Sutrio Sutriosutrio@poltekkes-tjk.ac.idUsdeka Mulianisutrio@poltekkes-tjk.ac.idDewi Sri Sumardillahsutrio@poltekkes-tjk.ac.idAntun Rahmadisutrio@poltekkes-tjk.ac.idSefanadia putrisutrio@poltekkes-tjk.ac.id<p>Rendahnya kemampuan kader dalam melakukan deteksi tumbuh kembang balita tidak terlepas dari minimnya pendampingan sehingga mampu melakukan deteksi tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tumbuh Kembang anak sebagai upaya pencegahan stunting Di Desa Sidodadi Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimental (<em>pre</em>-<em>experiment</em>) dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok (<em>one group pretest-posttest disign</em>). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader posyandu berjumlah 20 orang. Sampel merupakan bagian dari populasi diambil dari keseluruhan objek penelitian dengan berjumlah 20 orang.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan rerata skor pengetahuan kader psyandu sebelum dilakukan pendampingan adalah 9,65 (SD=2,96), dan rerata nilai pengetahuan kader posyandu setelah dilakukan pendampingan adalah 13,25 (SD= 1,80). Rerata skor keterampilan kader sebelum pendampingan 7,25 (SD=2,02) dan rata-rata skor setelah diberikan pendampingan 14,10 (SD=0,91). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada skor pengetahuan dan keterampilan responden sebelum dan setelah pendampingan dengan nilai Asymp Sig. 0,000 berarti nilai p<0,05. Hasil ini menunjukkan terdapat pengaruh pendampingan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader dalam Deteksi Dini tumbuh kembang Anak. Pihak puskesmas meningkatkan kegiatan pelatihan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang anak dan melakukan pendampingan rutin kepada kader posyandu </p>2025-03-10T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2579FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAWAT INAP WAY HALIM II KOTA BANDAR LAMPUNG2025-03-24T02:26:44+00:00Iga Mirah Widhisastrimirah@poltekkes-tjk.ac.idNelly Indrasarimirah@poltekkes-tjk.ac.idSusi Susantimirah@poltekkes-tjk.ac.id<p><em>Anemia in pregnancy is defined as having hemoglobin levels below 11 g/dl. This condition can lead to various complications during pregnancy and childbirth, including an increased risk of fetal death in the womb. In Indonesia, the prevalence of anemia among pregnant women is notably high, with approximately 48.9% affected. These figures indicate that anemia is a significant public health issue in the country, as it exceeds the threshold of 40% prevalence, which is considered severe. </em></p> <p><em>The purpose of this study was to examine the relationship between various factors and the incidence of anemia in pregnant women within the Way Halim II Inpatient Health Center's work area in Bandar Lampung City. This research utilized quantitative methods, specifically an observational analytic design with a case-control approach. The Chi-Square statistical test was employed for analysis. The study included a sample of 80 pregnant women, divided into two groups: 40 women who were diagnosed with anemia and 40 who were not. Data for the study were collected from secondary sources, specifically from Maternal and Child Health (MCH) register records.</em></p> <p><em>The results indicated a significant relationship between maternal age and the incidence of anemia (p value 0.000) as well as nutritional status (p value 0.001). However, there was no significant relationship between parity and the incidence of anemia in pregnant women (p value 1.000). In conclusion, maternal age and nutritional status are associated with the incidence of anemia in pregnant women, while parity does not appear to have an effect. It is recommended that health workers routinely monitor the administration of iron (Fe) tablets and provide counseling on their importance to help prevent anemia in pregnant women.</em></p>2025-03-10T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2535The Effect of Giving Puzzle Game Method on Fine Motor Development in Preschool Children at Dharma Wanita Al-Mu'minah Kindergarten, Sembayat Gresik Village2025-04-10T05:20:06+00:00Putri Lidiahernawati@umg.ac.idDiah Fauzia Zuhrohernawati@umg.ac.idErnawati Ernawatiernawati@umg.ac.idErvi Suminarernawati@umg.ac.id<p>The stages of development experienced by a child include development in the fine motor aspect. Fine motor skills are part of a child's ability to observe and perform movements that involve only certain parts of the body with small muscles but require careful coordination. The purpose of this study is to determine the effect of the puzzle game method on fine motor development in preschool children at Dharma Wanita Al-Mu'minah Kindergarten, Sembayat Gresik Village. The design of this study uses Pre-Experimental (One Group Pre-post test). The population in this study is 119 preschool children. The sample taken was 46 children. The sampling technique is non-probability sampling by purposive sampling. Data collection uses KPSP Observation. The statistical test used is the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results of the study showed that before being given therapy, the category was doubtful as much as 56.5% and 43.5% appropriate, after being given therapy, most of the 78.3% of children with fine motor development were appropriate. Based on the results of statistical analysis, a value (p=0.000 < 0.05) was obtained. The result of this study is that the provision of puzzle games can improve fine motor development in children. There is an effect of the puzzle game method on fine motor development in preschool children and it is hoped that teachers will further improve children's fine motor development by providing stimulation, one of which is providing puzzle games at Dharma Wanita Al-Mu'minah Kindergarten, Sembayat Gresik Village.</p>2025-03-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2569Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kabupaten Kupang2025-04-10T05:41:39+00:00Rispa Indri Laysinthagoa@gmail.comMaria Yasintha Goasinthagoa@gmail.comAnalizza Ina Leasinthagoa@gmail.comErna Febriyantisinthagoa@gmail.comMaria Yoanita Binasinthagoa@gmail.com<p>Anemia is a global public health problem that contributes to increasing morbidity and mortality rates. Anemia in pregnancy is categorized as a condition that has the potential to endanger the mother and fetus. Therefore, it is important to identify factors associated with the incidence of anemia in pregnant women in order to design more effective prevention strategies. This study aims to determine the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women in Kupang Regency. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique was purposive sampling with a sample size of 114 respondents. Data were collected through questionnaires and hemoglobin level examination results, then analyzed using statistical tests. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between several factors and the incidence of anemia in pregnant women, namely: knowledge of pregnant women (p = 0.000), compliance in consuming Fe tablets (p = 0.000), age of pregnant women (p = 0.000), and parity (p = 0.000). To reduce the incidence of anemia in pregnant women, it is recommended that pregnant women routinely attend counseling sessions with health workers to increase knowledge. In addition, pregnant women are expected to be more compliant in consuming Fe tablets according to the recommendations of health workers. The government and health workers need to improve education programs and monitoring of Fe tablet consumption for pregnant women, especially for certain age and parity groups who are at higher risk of anemia. Anemia in pregnant women is influenced by various factors, including knowledge, compliance with consuming Fe tablets, age, and parity. Intervention efforts based on education and monitoring compliance with consuming Fe tablets are very important to prevent anemia and its negative impacts on the mother and fetus.</p>2025-03-08T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2589PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI ANEMIA DI SMP PEMBANGUNAN PIYUNGAN2025-04-28T13:54:17+00:00Kathy Ayu Putrikathyayuuputri@gmail.comDian Monalisa Ruslianikathyayuuputri@gmail.comChentia Misse Issabellakathyayuuputri@gmail.com<p>Anemia in adolescent girls is a health problem that affects growth and development, concentration in learning, and long-term productivity. The government has made efforts to prevent anemia through a policy of providing free iron tablets (TTD) and nutrition education in accordance with Law Number 17 of 2023 concerning Health which emphasizes the importance of promotive and preventive approaches. However, conventional education methods are considered less effective so that adolescent girls' awareness of anemia is still low. One alternative that is considered more effective is the use of animated video media as an educational tool.</p> <p><strong>Objective: </strong>To determine the effect of providing education about anemia to female adolescents at Piyungan Development Middle School using animated video media.</p> <p><strong>Method: </strong>This research is a type of quantitative research that uses a Pre Experimental research design using one group, which uses a one group pretest and posttest design. The population in this study were all female students in grades VII A, B and C at SMP Pembangunan Piyungan as many as 30 people, so the sample used in this study was 30 female students.</p> <p><strong>Results: </strong>Education with animated video media is effective in increasing knowledge of adolescent girls about anemia. Before education, 76.7% of female students had poor knowledge, while after education, 83.3% had good knowledge. The Wilcoxon test showed a significant increase with a pretest score of 12.00 rising to a posttest of 19.80 (Z = 4.858, p < 0.05).</p> <p><strong>Conclusion: </strong>Education with animated videos has been proven to be effective in increasing adolescent girls' knowledge about anemia, as shown by a significant increase in the knowledge category after the intervention.</p>2025-03-28T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2606GAMBARAN PENYEBAB KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN DI PMB MASSIANA KABUPATEN SINTANG2025-05-28T06:26:26+00:00Yunida Haryantiharyantiyunida@gmail.comLea Masanharyantiyunida@gmail.comRizki Amartaniharyantiyunida@gmail.comYolanda Montessoriharyantiyunida@gmail.comPaskalia Tri Kurniatiharyantiyunida@gmail.comHearty Efifania Ose Payonharyantiyunida@gmail.com<p><em>Background: WHO reports the morbidity rates of pregnant and giving birth include obstetric complications (3.6%), toxemia gravidarum (5.8%), obstetric trauma including birth canal lacerations and hematomas (5.0%) and perineal lacerations (1 .7%) and other trauma (3.9%). Objective: To find out the description of the factors that cause perineal rupture in pregnant women. Research Methods: This sampling technique researchers used a total sampling technique. The research instrument uses a checklist sheet. Data analysis used Univariate analysis. Results: 43 respondents (40%) had perineal rupture with primiparous parity, part of the perineal rupture occurred at <2 years birth spacing, some of the mothers were 44 respondents (41%), perineal rupture occurred due to parturition persipitatus, part of the 44 respondents (41%) gave birth to mothers, 45 respondents (42%) had perineal rupture due to prolonged labor, and 8 respondents (7%) had birth weight > 4000 grams. Suggestion: To be able to work with mothers in the delivery process by paying more attention to risk factors that can affect the incidence of perineal rupture.</em></p>2025-03-10T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2615Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Remaja di SMK Puspa Bangsa Banyuwangi2025-05-28T06:23:43+00:00Neni Oktaviasyakilashanum25@gmail.com<p>Dalam penerapan PHBS tidak hanya dilakukan individu akan tetapi dilakukan bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Perilaku Kehidupan Sehat dan Bersih adalah serangkaian tindakan yang dilaksanakan berdasarkan penyadaran diri melalui proses edukasi yang membuat individu, rumah tangga, komunitas atau warga dapat membantu diri mereka dalam aspek kebugaran serta berkontribusi secara aktif untuk menciptakan kebugaran komunitas. Perilaku Kehidupan Sehat dan Bersih (PHBS) yang sudah didesain oleh pemerintah dalam rentang waktu sekitar 15 tahun namun pencapaiannya masih belum optimal sebagaimana yang diinginkan. Berdasarkan data dari Puskesmas Kebaman SMK Puspa Bangsa memiliki kategori rendah dalam cakupan penerapan Perilaku Hidup dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa SMK. Rancangan penelitian merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang menerapkan rancangan <em>cross sectional</em>. Subjek penelitian dipilih melalui metode <em>accidental sampling</em> terhadap 120 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 indikator PHBS yang diukur masih terdapat 3 perilaku yang mendapatkan hasil perilaku negatif artinya sebagian besar responden tidak melakukannya. Dengan menerapkan PHBS maka secara langsung peningkatan kesehatan tidak hanya individu akan tetapi juga peningkatan bagi masyarakat.</p>2025-03-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2658Efektivitas Pemberian Sari Kacang Kedelai (glycine max) dan Sari Kacang Hijau (vigna radiata) Terhadap Kelancaran Produksi ASI Pada Ibu Menyusui2025-07-03T12:44:37+00:00Atika Fadhilah Danaz Nstatikapoltekkes@gmail.comNuraidah Nuraidahnurhayati@gmail.comUlfa Mariaulfa@gmail.com<p>Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Jambi pada tahun 2020 sebesar 65,22%, pada tahun 2021 sebesar 71,37%, pada tahun 2022 sebesar 27,14%. Angka tersebut belum mencapai target program tahun 2022 yaitu 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian sari kacang kedelai dan sari kacang hijau terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Koto Majidin Kabupaten Kerinci. Desain penelitian Quasi ekperiment. Populasi penelitian ini semua ibu menyusui bayi usia 1-3 bulan di Desa Koto Majidin, teknik pengambilan sampel total sampling sampel 30 responden, 15 untuk kelompok konsumsi sari kacang kedelai dan 15 responden kelompok konsumsi sari kacang hijau selama 7 hari sebanyak 250 ml perhari saat pagi hari. Data di analisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji mann-whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Rata-rata produksi ASI sebesar 54,47 sebelum diberikan sari kacang kedelai, (2) Rata-rata produksi ASI sebesar 90,20 sesudah diberikan sari kacang kedelai, (3) Rata-rata produksi ASI sebesar 52,27 sebelum diberikan sari kacang hijau, (4) Rata-rata produksi ASI sebesar 70,87 sesudah diberikan sari kacang hijau, (5) Ada pengaruh pemberian sari kacang kedelai terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui dengan diperoleh (p=0,000), (6) Ada pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui dengan diperoleh (p=0,001), (7) Ada perbedaan rerata pemberian sari kacang kedelai dan sari kacang hijau terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Desa Koto Majidin Kabupaten Kerinci (p=0,015). Kesimpulan penelitianbahwa pemberian sari kacang kedelai dan sari kacang hijau dapat membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.</p>2025-07-03T12:44:37+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2674Efektivitas Kombinasi Sari Kurma dengan Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis Terhadap Kadar Hemoglobin Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jambi2025-07-04T03:40:31+00:00Netti Herawatiherawatinetti1974@gmail.comNurmisih Nurmisihnur@gmail.comHairunnisya Hairunnisyahairunisya@gmail.com<p>Anemia remains a public health concern, especially among adolescents and women of reproductive age. Midwifery students are a high-risk group due to intense academic demands and irregular eating habits. Natural-based interventions such as date extract and citrus fruits may help improve hemoglobin levels. The aimeds to determine the effectiveness of date extract combined with lemon and lime in increasing hemoglobin levels among midwifery students at Poltekkes Kemenkes Jambi.This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest-posttest approach. A total of 40 students were divided into two groups: date-lemon and date-lime combinations. The intervention lasted for 7 days, and hemoglobin levels were measured before and after using a digital Hb set (Easy Touch). Data analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney tests with a significance level of 5%. Both groups showed significant increases in hemoglobin levels after the intervention. The increase in the date-lemon group (from 11.505 to 12.890 g/dL) was higher than in the date-lime group (from 11.425 to 12.145 g/dL). Statistical analysis revealed p-values < 0.05 for both groups, indicating a significant effect, with the lemon combination being more effective. Both date-lemon and date-lime combinations effectively increased hemoglobin levels, but the combination with lemon showed greater effectiveness. This natural intervention may serve as an alternative approach to managing mild anemia among young adults</p>2025-03-22T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2675FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMANYA PELEPASAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMENANG KABUPATEN MERANGIN2025-07-13T03:53:00+00:00Rosmaria Rosmariarosmaria@gmail.comImelda Imeldaimel_imelda81@yahoo.comPauline Kusmaryatipaulinekusmaryati@poltekkesjambi.ac.idRama Ramarama@gmail.com<p>Umbilical cord care is a crucial aspect of newborn health, as improper treatment can delay cord separation and increase the risk of infection. This study aimed to determine the factors associated with the duration of umbilical cord separation among newborns in the working area of Pamenang Public Health Center, Merangin Regency. This was a quantitative analytic study using a cross-sectional design, involving 50 mothers with newborns aged 15–30 days selected through total sampling. The variables examined included umbilical cord care practices, cord moisture, and environmental sanitation conditions. Data were collected using structured questionnaires and direct observations, then analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 5%. The results showed significant relationships between the duration of cord separation and the three factors studied: cord care practices (p=0.000), cord moisture (p=0.000), and environmental sanitation (p=0.000). It can be concluded that proper cord care, keeping the cord dry, and maintaining a clean environment contribute to faster umbilical cord separation in newborns.</p>2025-03-22T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2691Terapi Musik Pada Pasien Pre Operasi dengan Masalah Ansietas2025-07-13T04:11:48+00:00Franly Onibalafranlyonibala04@gmail.comNoviyanti ParapagaParapaga@gmail.comSesilia MandiagaMandiaga@gmail.com<p>Periode pre operasi sering terjadi perubahan emosional seperti ansietas atau kecemasan. Ansietas terjadi karena beberapa hal contohnya rasa sakit yang akan dialami, bagaimana keadaan dan situasi di dalam ruangan operasi, bagaimana proses berjalannya operasi dan hasil dari tindakan operasi apakah akan berhasil atau sebaliknya. Peran perawat pada pre operasi dapat membantu mempersiapkan pasien untuk menghadapi tindakan pembedahan juga dapat mengurangi ansietas pasien. Menurunkan tingkat ansietas pada pasien pre operasi merupakan tugas dari perawat, salah satunya memberikan terapi musik. Penelitian ini bertujuan menganalisis seberapa jauh manfaat implementasi terapi musik sebagai upaya non farmakologi mengurangi ansietas pasien pre operasi. Desain studi kasus digunakan pada penelitian ini. Subjek penelitian dipilih dengan metode <em>purposive sampling</em>, yang berjumlah 2 subjek sesuai kriteria. Intervensi terapi musik dilakukan sehari sebelum tindakan operasi di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Setelah dilakukan intervensi terapi musik selama 1 hari terbukti dapat menurunkan ansietas pada pasien pre operasi. Hasil studi kasus ini disarankan dapat menjadi pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan pasien pre operasi lebih khusus yang mengalami ansietas.</p>2025-03-22T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2703Pengalaman Ibu Hamil dalam Mengelola Stres Berdampak pada Risiko Penyakit Jantung di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasarwajo2025-07-23T07:49:12+00:00Halijah Halijahhalijahpoltekkes@gmail.comSitti Hasriati Hasansitti@gmail.com<p>Faktor-faktor risiko penyakit jantung merupakan kondisi yang telah dikenal berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit jantung. Namun, aspek psikologis seperti stres pada ibu hamil yang juga berperan penting dalam memperburuk kondisi fisik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengalaman ibu hamil dalam mengelola stres berdampak pada risiko penyakit jantung di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pasarwajo. Adapun penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi fenomenologis deskriptif. Sumber penelitian yang digunakan adalah data primer melalui wawancara. Penelitian ini dilaksanankan dari bulan Mei 2025 sampai dengan bulan Juni 2025 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasarwajo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Kancinaa dan Kabawakole yang tercatat di UPTD Puskesmas wilayah kecamatan Pasarwajo dari bulan Januari sampai bulan Mei 2025 serta jumlah sampel penelitian sebanyak 4 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan stres pada ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasarwajo yaitu terdiri dari kurangnya dukungan suami dan keluarga, faktor ekonomi, trauma akibat kehamilan sebelumnya, beban pekerjaan, serta kekhawatiran dalam menghadapi persalinan. Dampak stres terhadap kondisi fisik ibu hamil yang memengaruhi penyakit jantung, yaitu antara lain tekanan darah naik gula darah naik, sulit tidur malam, serta jantung berdebar. Strategi yang digunakan ibu hamil dalam mengelola stres, yaitu antara lain dengan melakukan teknik relaksasi, melakukan aktivitas spiritual, melakukan aktivitas fisik ringan, serta melalui media digital. Ibu hamil memiliki pengalaman yang beragam dalam mengelola stres berdampak pada risiko penyakit jantung.</p>2025-03-23T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2707IDENTIFIKASI MUTASI GEN VOLTAGE-GATED SODIUM CHANNEL SEBAGAI PENANDA RESISTENSI INSEKTISIDA SIPERMETRIN PADA Aedes aegypti DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO, KOTA KENDARI2025-07-30T08:19:21+00:00Arimaswati Arimaswatiarimaswati82@gmail.comHasyiatul Rahmi Lasaimarahmilasaima@gmail.comMubarak Mubarakmubarak@uho.ac.id<p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk <em>Aedes spp.</em> dan telah menyebabkan kejadian luar biasa di berbagai wilayah. Pemerintah Kota Kendari telah menggunakan sipermetrin sebagai bahan utama fogging selama enam tahun terakhir. Penggunaan insektisida yang berkepanjangan berpotensi menyebabkan resistensi melalui mutasi gen VGSC (<em>Voltage-Gated Sodium Channel</em>). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mutasi gen VGSC pada <em>Aedes aegypti</em> sebagai penanda resistensi terhadap insektisida sipermetrin di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo, Kota Kendari. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan laboratorium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo menggunakan sampel nyamuk <em>Aedes aegypti</em> dari wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Teknik PCR dan elektroforesis digunakan untuk mendeteksi mutasi pada domain IIS6 gen VGSC. Tidak ditemukan pita pada hasil elektroforesis, menunjukkan tidak adanya mutasi pada domain IIS6 gen VGSC pada nyamuk <em>Aedes aegypti</em>, sehingga nyamuk masih rentan terhadap insektisida sipermetrin. Hal ini diperkuat oleh hasil Uji Bioassay WHO yang menunjukkan angka kematian nyamuk 100% di setiap kelurahan. Tidak ditemukan mutasi gen VGSC domain IIS6 pada nyamuk <em>Aedes aegypti</em> sebagai penanda resistensi terhadap insektisida sipermetrin menggunakan teknik PCR dan elektroforesis di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo, Kota Kendari.</p>2025-03-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2709HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEKAR MUKTI2025-07-30T08:41:00+00:00Lusi Noviyantinoviyantilusi504@gmail.comUmmu Habibahummisaza@gmail.comDinda Ramadanti HermawanHermawan@gmail.com<p>Pemberian ASI eksklusif merupakan proses menyusui bayi hanya dengan ASI tanpa tambahan makanan maupun minuman lainnya. Kandungan gizi dalam ASI sangat lengkap, mencakup karbohidrat, protein, vitamin, serta air yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Praktik pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri ibu (internal) maupun dari lingkungan sekitarnya (eksternal), salah satunya adalah dukungan keluarga. Di Kabupaten Bekasi, cakupan ASI eksklusif pada tahun 2021 tercatat sebesar 72,59%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian Cross Sectional Analytical Observational. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan Accidental Sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang yang berada di wilayah kerja puskesmas dan analisis menggunakan Uji Chi-Square. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 26 orang (52,0%) mendapatkan dukungan keluarga baik dan sebanyak 28 orang (56,0%) masuk dalam kategori pemberian ASI Eksklusif. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p yang signifikan (0,025, OR 4,524, 95% CI 1,366-14,981), artinya responden yang memperoleh dukungan keluarga baik lebih besar kemungkinannya untuk memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan responden yang memperoleh dukungan keluarga kurang baik. <strong> </strong>Penelitian selanjutnya diharapkan mampu memperluas kajian ini dengan mengidentifikasi secara spesifik bentuk-bentuk dukungan keluarga yang berperan dalam pemberian ASI eksklusif., dan Puskesmas Mekar Mukti diharapkan dapat memberikan edukasi tentang pentingnya dukungan keluarga bagi keberhasilan pemberian ASI eksklusif</p>2025-03-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2708Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Desa Bringen Sukolilo2025-09-22T04:22:59+00:00Nor Indah Handayanihandayaniindah13@gmail.comNovita Wulandarihandayaniindah13@gmail.comVivin Wiji Astutikhandayaniindah13@gmail.com<p>Diare adalah suatu keadaan dimana buang air besar (BAB) yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali sehari (Depkes RI, 2011). Tingginya angka kejadian diare disebabkan oleh banyak faktor diantaranya makanan dan minuman yang terkontaminasi akibat kebersihan yang buruk, infeksi virus dan bakteri (Subagyo & Santoso, 2011). Disamping itu juga dipengaruhi oleh faktor dari anak balita yang rentan terhadap penyakit karena belum memiliki sistem kekebalan tubuh (Yogasmara & Lestari, 2010). Salah satu peran tenaga kesehatan adalah memberikan edukasi atau pendidikan kepada masyarakat berupa pendidikan kesehatan. Tujuan dari pendidikan kesehatan adalah untuk mengubah pengetahuan & kebiasaan masyarakat dengan berperan aktif untuk meningkatkan kesehatan yang optimal (Nursalam & Effendi, 2008). Berdasarkan hasil observasi dari survey pendahuluan yang dilakukan peneliti di pustu Desa Bringin Sukolilo , didapatkan bahwa daerah ini pemukimannya padat penduduk, Sebagian besar sebagai buruh tani, pemukiman warga dekat dengan sungai, dan banyak anak-anak yang bermain di sungai, sehingga hal ini yang membuat masyarakat sangat rentan terhadap penyakit. Dari kasus di atas, tenaga kesehatan mempunyai peranan sangat penting dalam pencegahan terhadap meningkatnya penyakit diare. Informasi yang didapatkan oleh masyarakat, terutama ibu yang mempunyai anak balita sangat berpengaruh kepada tingkat pengetahuan dalam merawat anaknya, oleh sebab itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang factor resiko yang mempengaruhi terjadinya diare pada anak usia sekolah di Desa Bringin Sukolilo.</p>2025-03-22T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2732Hubungan Status Gizi, Frekuensi ANC dan Konsumsi Tablet (FE) dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Panggang I Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2024.2025-08-28T04:24:16+00:00Krisna Widiyantikrisnacantik76@gamil.comEka Afrikaafrikaeka@gmail.comSendi Pratiwi Rahmadhanisandy.pratiwi.01@gmail.com<table width="636"> <tbody> <tr> <td width="353"> <p>Anemia merupakan salah satu penyebab tidak langsung terjadinya kematian ibu. Dampak anemia yaitu pendarahan, bayi lahir prematur, cacat bawaan dan BBLR. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, frekuensi ANC dan konsumsi tablet Fe secara simultan dengan Kadar Hb Pada Ibu Hamil di Puskesmas Pematang Panggang I Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2024. Jenis Penelitian bersifat analitik dengan desain atau pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III yang memeriksakan kehamilannya diPuskesmas Pematang Panggang I sebanyak 276 ibu hamil. Sampel pada penelitian ini berjumlah 73 responden diambil dengan teknik Accidental Sampling. Jenis data penelitian ini adalah data primer dengan instrumen hemoglobin meter untuk mengukur kadar Hb, kuesioner untuk mengetahui frekuensi ANC, dan untuk mengukur status gizi dengan cara mengukur LiLa menggunakan pita LiLa ibu hamil. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Hasil analisa univariat, dari 73 responden terdapat 22 responden (30,1%) yang mengalami anemia dan yang tidak mengalami anemia berjumlah 51 responden (69,9%). Hasil uji statistik chi-square variable status gizi didapatkan ρ value = 0,018, variable frekuensi ANC dengan ρ value = 0,026 dan konsumsi tablet Fe dengan ρ value = 0,047 lebih kecil dari α=0,05 dapat disimpulkan ada hubungan status gizi, frekuensi ANC dan Konsumsi Tablet Fe dengan Kadar Hb pada Ibu hamil di Puskesmas Pematang Panggang I Tahun 2024. Saran bagi Puskesmas sebagai informasi mengenai anemia ringan pada ibu hamil dan dapat dimanfaatkan tenaga kesehatan di Puskesmas Pematang Panggang I khususnya dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-03-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ojsnhm.com/JOB/article/view/2711Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Puskesmas Karang Mukti Tahun 20242025-08-28T04:46:27+00:00sunarmi sunarmisunarmi840@gmail.comSiti Aisyahsunarmi840@gmail.comIntant Sarisunarmi840@gmail.com<table width="636"> <tbody> <tr> <td width="353"> <p>Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition in which pregnant women suffer from prolonged (chronic) food deficiency, leading to various health disturbances during pregnancy. This study aims to determine the relationship between knowledge, parity, and attitude with the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women at Karang Mukti Health Center, Musi Banyuasin in 2024. The research method used was an analytic survey with a case-control approach. The population of this study comprised 150 respondents, and the sample size was 54 pregnant women who visited Karang Mukti Health Center during the study period. The data type used in this research was primary data. The statistical test employed was the chi-square test. The results of the statistical analysis showed a significant relationship between knowledge and the incidence of Chronic Energy Deficiency, with a bivariate analysis yielding a chi-square test result of P value (0.02) ≤ α (0.05). Similarly, a significant relationship was found between parity and the incidence of Chronic Energy Deficiency, with a P value (0.01) ≤ α (0.05), and between attitude and the incidence of Chronic Energy Deficiency, with a P value (0.02) ≤ α (0.05). The findings of this study are expected to contribute to references, insights, and knowledge related to chronic energy deficiency during pregnancy.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-03-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##