UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DISMINORHOE PRIMER DENGAN PEMANFAATAN EVIDENCE BASED HERBAL

  • Alis Nur Diana STIKES Ngudia Husada Madura
Keywords: pencegahan,disminorhoe primer, herbal

Abstract

Dismenore atau nyeri haid adalah keluhan ginekologi yang umum terjadi wanita dan bukan suatu gejala atau penyakit. Rasa sakit biasanya melibatkan kram di perut bagian bawah yang mungkin menjalar ke belakang. Adanya peningkatan prostaglandin F2 alpha merupakan penyebab dari dishminorhoe  hal ini menyebabkan  peningkatan tonus miometrium dan uterus berkontraksi berlebihan. Kontraksi myometrium mengurangi aliran darah, mengakibatkan iskemia miometrium, yang menyebabkan nyeri (Anurogo, 2017)

Untuk mengatasi dan mencegah kejadian disminore primer dapat menggunakan obat tradisional herbal. Diantaranya konsumsi sediaan bawang Dayak. Bawang merah Dayak merupakan tanaman asli Kalimantan Tengah, berasal dari daerah tropis Amerika, dan secara empiris diyakini efektif dalam mengobati berbagai penyakit seperti luka, penyakit kuning, batuk, sakit perut, disentri, diare berdarah,radang pori-pori usus, kanker payudara, kanker usus besar, bisul, dan menginduksi muntah (Muti'ah, 2020). Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Prayitno (2018) menunjukkan bahwa bawang dayak mengandung antara lain 15 senyawa yang diketahui secara struktural dari flavonoid dan naphthoquinones menunjukkan ekstrak aktivitas sebagai anti-inflamasi, antidiabetes, antikanker, antidiabetik, dan agen antimikroba. Penelitian Alves et al dikutip dalam Sirhi (2017) menunjukkan hal itu Bawang dayak juga telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti pereda nyeri dan menstruasi tidak teratu. Oleh karena itu Bawang Dayak secara tradisional dapat digunakan sebagai obat yang dapat  mengurangi dismenore primer pada remaja putri.

 

Keywords: pencegahan,disminorhoe primer, herbal

Published
2025-11-11
How to Cite
Diana, A. (2025). UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN DISMINORHOE PRIMER DENGAN PEMANFAATAN EVIDENCE BASED HERBAL. JURNAL PARADIGMA (PEMBERDAYAAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT), 7(2), 82-86. https://doi.org/10.36089/pgm.v7i2.2705