Upaya Pencegahan Stunting Balita Melalui Program OTA2S pada Kader Posyandu di Kelurahan Liliba Kota Kupang

Authors

  • Odi L. Namangdjabar Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia
  • Agustina A. Seran Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia
  • Hasri Yulianti Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36089/job.v15i3.1543

Keywords:

stunting, balita, kader, OTA2S

Abstract

Stunting merupakan Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Indonesia termasuk dalam urutan tertinggi kasus stunting dengan prevalensi 37,2%. Pemerintah Kota Kupang berupaya menekan angka prevalensi Stunting di bawah 10% tahun 2024. Program orang tua asuh merupakan salah satu bentuk kepedulian dan upaya yang dilakukan dengan melibatkan semua sektor dalam percepatan pencegahan dan penanganan balita stunting. Tujuan ikut berperan dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui Program Orang Tua Asuh Anak Stunting (OTA2S) dengan memberikan makanan tambahan dan juga disertai dengan edukasi gizi bayi/balita kepada kader dan masyarakat melalui pendekatan keluarga. Dalam pengabmas ini dilakukan pemberian makan selama 3 bulan kepada 2 Balita dengan berbagai macam menu sesuai standar gizi, dengan penimbangan awal anak pertama BB: 6,23 kg, PB :.65,9 cm, Lila 12 cm, dan anak kedua BB : 6,22 kg,PB 68,2 cm, Lila 12,2 cm. setelah dilakukan intervensi selama 3 bulan hasil akhirnya Anak pertama BB: 6,80 kg, PB 70,1 cm, Lila 13 cm dan anak kedua BB : 7,1 Kg, PB 70,8 cm, Lila 13 cm. Kesimpulan terdapat kenaikan berat badan, panjang badan dan Lila balita selama 3 bulan setelah diberikan makanan tambahan setiap harinya dengan makanan yang sesuai standar gizi anak balita.

References

1. Teja M. Stunting Balita Indonesia Dan Penanggulangannya. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. 2019;XI(22):13–8.
2. Rahmadhita K. Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2020;11(1):225–9.
3. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2020 [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. 139 p. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf
4. Ajar B, Ibu K, Anak DAN. BUKU KIA.
5. Khulafa’ur Rosidah L, Harsiwi S. Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Balita Usia 1-3 Tahun (Di Posyandu Jalan Desa Jalan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk). J Kebidanan. 2019;6(1):24–37.
6. Baumali A, Yulianti H. Pembentukan dan Pemberdayaan kelompok Aksi Gizi Desa untuk Penanganan gizi kurang. 2022;13(November):346–50.
7. Lodia Namangdjabar O, Matusalak A, Mali B, Manalor LL, Seran AA, Boimau S V, et al. The Effectiveness of Exclusive Breastfeeding Complementary Foods Training on Knowledge of Stunted Mothers with Children under Two Years Old in Kupang City, Indonesia Corresponding author: Odi Lodia Namangdjabar. 2023;11:1096–101.

Downloads

Published

2023-09-08

How to Cite

Namangdjabar, O. L., Seran, A. A., & Yulianti, H. (2023). Upaya Pencegahan Stunting Balita Melalui Program OTA2S pada Kader Posyandu di Kelurahan Liliba Kota Kupang. JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 E-ISSN : 2685-7987, 15(3), 612–617. https://doi.org/10.36089/job.v15i3.1543

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.