HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS 1-7 HARI TENTANG TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR DI TPMB ERNIH TAHUN 2023

Authors

  • Ernih Erwandayanih Universitas Medika Suherman
  • Rohani Siregar Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.36089/job.v16i1.1873

Keywords:

ibu hamil, trimester III, kecemasan

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah serius di Indonesia. AKB di Indonesia pada tahun 2022 sebanyak 18,6% /1.000 kelahiran hidup. Penyebab kematian pada bayi diantaranya yaitu BBLR (29,21%), Asfiksia (27,44%), dan Infeksi sebanyak (5,4%). Kematian bayi baru lahir dapat dicegah dengan deteksi dini pada bayi yang beresiko. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan pendidikan, umur, sumber informasi, pekerjaan dan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir. Metode penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi seluruh ibu nifas 1-7 hari yang datang ke TPMB Ernih Tahun 2023. Sampel total sampling sebanyak 80 responden. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian pendidikan Pvalue =0,000, usia Pvalue= 0,000, pekerjaan Pvalue =0,043, sumber informasi nilai P= 0,602 Saran: Tenaga Kesehatan hendaknya memberikan informasi dan edukasi pada ibu nifas tentang tanda bahaya pada bayi baru lahir, untuk mencegah terjadinya kematian  dan kesakitan pada bayi baru lahir.

 

Downloads

Published

2024-03-12

How to Cite

Erwandayanih, E., & Siregar, R. (2024). HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS 1-7 HARI TENTANG TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR DI TPMB ERNIH TAHUN 2023. JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 E-ISSN : 2685-7987, 16(1), 513–520. https://doi.org/10.36089/job.v16i1.1873

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.